Sukmariyah "Srikandi Koperasi"


Koperasi Menjadikan Masyarakat Solear Mandiri

Pengangguran dan kemiskinan menjadi masalah pelik bagi masyarakat dimana Sukmariyah tinggal. Namun, dengan keteguhan hati untuk membantu akhirnya ia berhasil membangun sebuah koperasi penyedia modal usaha.

Berawal dari rasa keprihatinan atas kondisi masyarakat di desa tempat ia tinggal akibat sulitnya mendapatkan modal usaha dan tingginya tingkat pengangguran, membuat wanita 32 tahun ini bercita-cita untuk ambil bagian dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Dengan modal awal sebesar 5 juta rupiah, dana yang berhasil ia kumpulkan dari teman-temannya yang sepemikiran, Sukmariah mengelola dana tersebut untuk membantu mereka yang membutuhkan. Pada Maret 2010 akhirnya Sukmariyah dipertemukan dengan program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dari Kementerian Sosial. Program ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Pemikirannya bahwa sebuah usaha harus memiliki modal, maka dengan dana bantuan tersebut dirinya mendirikan BMT Mitra Mandiri Sejahtera yaitu sebuah koperasi simpan pinjam dan binaan. Bantuan sebesar 30 juta dikelolanya dengan membeli 8 mesin jahit dan sisanya digulirkan untuk membantu usaha-usaha kecil masyarakat.

Koperasi yang didirikan pada tanggal 20 April 2011, selain memberikan pinjaman modal kepada masyarakat juga memberikan pembekalan ilmu keterampilan seperti menjahit, pembuatan sepatu, dan lain-lain. Dalam menjalankan koperasi tersebut ada beberapa pihak yang membantu seperti donatur individual yaitu orang yang pernah menjadi anggota koperasi dan menabung, Dinas Sosial, Dinas KMUKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Seiring waktu berjalan dampak adanya koperasi simpan pinjam tersebut manfaat telah dirasakan masyarakat seperti 100 pengusaha kecil, 190 fakir miskin, 30 penjahit konveksi, 13 anak terlantar serta 20 ibu-ibu yang telah diberikan pelatihan gratis menjahit.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan koperasi tersebut hingga 1 tahun tenyata tidak sia-sia, omset anggota diperkirakan mencapai 500 juta perbulan dan omset koperasi per 3 bulan lalu telah mencapai 187 juta dan kualitas hidup masyarakat sekitar ditempat ia tinggal juga meningkat. (DSEA’13)