Berita


2015-05-11   1,147

3 Petuah Leadership dari Dalai Lama

Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14 dikenal sebagai ‘Samudera Kasih Sayang” karena dia dianggap memiliki ajaran yang jauh dari para pemimpin bisnis tradisional. Sebaliknya, Dalai Lama menganggap bisnis bukan hanya meraih keuntungan yang dapat dimanfaatkan dari kebijaksanaannya. Daniel Goleman, pengarang buku Force for Good mengenai penelitian ilmu kognitif dan hubungannya dengan Dalai Lama dalam sebuah wawancara dengan Harvard Business Review mengatakan bagaimana seorang pemimpin dapat menggunakan kasih sayang, simpati, dan kecerdasan emosional untuk memelihara kepercayaan, loyalitas dan membangun hubungan yang kuat.

Banyak orang menganggap bahwa menunjukkan empati dan kasih sayang sebagai penghalang dalam bisnis, dan menurut Goleman, ini merupakan masalah dalam dunia bisnis. Ada tiga hal yang dipelajari oleh Goleman dari hubungannya dengan Dalai Lama mengenai filosofi yang dapat Anda gunakan dalam gaya kepemimpinan Anda.

1.         Perluas visi Anda

Dalai Lama bukanlah seorang politisi atau CEO yang terkait dengan satu pihak atau perusahaan, tapi sebagai pemimpin biksu tertinggi dari Gelug School of Tibetan Buddhism, Goleman mengatakan bahwa Dalai Lama merupakan warga dunia pada umumnya. Oleh sebab itu, daripada terikat pada urusan politis atau perusahaan, Dalai Lama justru terfokus pada apa yang terbaik untuk kemanusiaan. Yang bisa diambil dari Dalai Lama, menurut Goleman adalah seharusnya seorang pemimpin dapat bertanya pada dirinya sendiri, apakah ada sesuatu yang membatasi visi kita—yang membatasi kapasitas kita untuk peduli. Dan apakah ada cara untuk memperluas itu?

2.         Mencari informasi sebanyak-banyaknya

Dalai Lama terus mempelajari hal baru, tanpa fokus pada satu hal dan mengabaikan lainnya. Dalai Lama mencari informasi darimanapun yang dia mampu. Dalai Lama bertemu dengan kepala negara, dengan pemulung, pengemis, menemui semua orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia. Ini membuat Dalai Lama memahami situasi dengan mendalam dan dia dapat menganalisisnya dengan berbagai cara dan muncul dengan solusi yang tidak dimunculkan oleh orang lain.

Inilah yang dapat diambil oleh seorang pemimpin, carilah informasi apapun yang Anda terima, teknologi, keilmuan, kompetitor baru, hukum, dunia politik, dan juga cari informasi dari bawahan-bawahan Anda. Dengan demikian, mata Anda sebagai pemimpin akan terbuka akan berbagai hal sehingga Anda lebih mampu mencari solusi sesuai dengan berbagai faktor dan informasi yang Anda miliki.

3.         Jadilah orang yang memiliki samudera kasih sayang

Kasih sayang sulit ditemui di dunia bisnis, meski konsep Goleman mengenai kecerdasan emosional mengajarkan pemimpin untuk menggunakan empati, namun kasih sayang membawa empati selangkah lebih jauh. Goleman mengatakan bahwa kasih sayang menciptakan perbedaan antara memahami dan peduli, dan menjaga itu artinya kita bisa memperlakukan semua orang di dalam hidup kita dengan kasih sayang.

Kasih sayang Dalai Lama tidak terbatas pada pengikutnya atau kompatriotnya, tapi pada semua orang, pada dunia, tidak terbatas. Bagi para pemimpin, kasih sayang harus dimiliki tanpa batas, baik itu pada pegawai Anda, pada pelanggan, maupun kompetitor.

Goleman melanjutkan bahwa sikap positif terhadap orang lain dapat membangun kepercayaan dan loyalitas serta menjaga interaksi yang harmonis. Dan jika Anda menunjukkan sebaliknya, maka orang lain tidak akan percaya, serta tidak harmonis dengan Anda.