Berita


2016-11-08   1,133

5 Hal yang Harus Dihindari Seorang Sociopreneur

Menjadi seorang sociopreneur atau pengusaha yang tidak hanya mementingkan keuntungan bagi dirinya sendiri, namun juga harus memperhatikan kondisi sosial di sekitarnya sehingga bisnis yang dijalaninya bisa memberikan keuntungan bagi orang banyak. Sekarang ini, banyak sekali yang mencoba untuk menjadi seorang sociopreneur, namun tahukah kamu bahwa ada beberapa alasan buruk saat memulai menjadi seorang sociopreneur? Berikut ini adalah 5 alasan buruk yang harus dihindari saat memulai menjadi seorang sociopreneur:

  1. Tidak Disiplin

Untuk bisa menjadi seorang sociopreneur, diperlukan beberapa karakter seperti tangguh, memiliki tekad yang kuat, serta disiplin yang tinggi. Memiliki tekad yang kuat dan tangguh saja nampaknya tidak akan cukup jika tidak disertai dengan disiplin kerja yang tinggi. Tidak memiliki rasa disiplin kemudian menjadi alasan buruk pertama yang membuat seorang sosiopreneur mengalami kegagalan dalam menjalankan usahanya.

  1. Hanya Mementingkan Keuntungan Semata

Seperti yang semua orang tahu bahwa dalam dunia sociopreneur, kita tidak hanya dituntut untuk mendapatkan keuntungan semata. Lebih dari itu, tujuan lainnya yang haru berjalan seiringan dalam menjalankan sebuah bisnis sosial adalah memperhatikan kondisi lingkungan sekitar sehingga tidak melulu soal mendapatkan keuntungan bagi perusahaannya sendiri, namun juga harus mementingkan kesejahteraan orang banyak di sekitarnya.

  1. Tidak Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan

Suksesnya sebuah perusahaan tidak terlepas dari penanan para karyawan yang bekerja di dalamnya. Seorang sosiopreneur yang baik, selain memperhatikan isu sosial yang ada di sekitarnya, tentu juga harus memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Memberikan gaji serta reward bagi beberapa karyawan yang berprestasi bisa membuat karyawan kita menjadi lebih bersemangat untuk bekerja dan juga semakin membuat karyawan menjadi semakin loyal terhadap perusahaan.

  1. Visi yang Tidak Jelas

Mencapai kesuksesan dalam bisnis yang digeluti tentunya tidak akan terwujud jika dari awalnya perusahaan tidak memiliki sebuah visi yang jelas. Visi yang matang akan sangat berpengaruh terhadap langkah yang akan diambil dalam pelaksanaannya. Tanpa itu, perjalanan bisnis hanya akan berjalan tidak jelas dan tanpa tujuan.

  1. Tidak Berinovasi

Semakin berkembanganya teknologi dan munculnya pesaing baru di bisnis yang sama, menuntut para pelaku bisnis untuk lebih inovatif dan mencipatakan sesuatu produk atau jasa yang baru. Kebutuhan konsumen tentunya akan semakin berkembang sesuai jaman, tidak berinovasi dan hanya mengandalkan produk yang dimiliki sekarang merupakan alasan buruk yang bisa membuat kondisi perusahaan menjadi buruk di kemudian hari.