Berita


2016-08-09   1,064

Adinda, Sociopreneur dari Desa Cikoneng

SeputarUKM, Depok—Peraih Danamon Social Entrepreneur Award (DSEA) 2014, Adinda Soraya Mutialarang berbagi pengalamannya dalam sebuah diskusi kewirausahaan bertajuk “Sociopreneurship dan Generasi Muda Indonesia, Kiat Menjadi Wirausahawan yang Memiliki Peran Sosial di Masyarakat,” di Auditorium Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (13/10).

Adinda mendirikan Desanesia di Desa Cikoneng, Lembang, Kabupaten Bandung, dengan tujuan memajukan dan meningkatkan produktifitas petani yang hanya menjual hasil panennya ke tengkulak.

Awalnya, Adinda bersama rekannya sedang berkunjung ke daerah Lembang. Di sana, dia bertemu para petani yang sedang beraktivitas. Dia mengetahui para petani Lembang ini menjual hasil panennya ke tengkulak setelah berbincang-bincang.

“Kami bersama teman-teman membuat gerakan untuk memutus rantai petani dengan tengkulak,” kata Adinda. “Kita membuat dodol tomat dari hasil petani tersebut,” katanya.

Selain dodol tomat, untuk memberdayakan petani, Adinda membuat beragam produk pangan lain, seperti keripik bayam dan camilan rangginang, “Saya ingin serius menggeluti ini,” kata Adinda.

Menurut alumni Jurusan Agribisnis Universitas Padjadjaran ini, Desanesia berusaha mengangkat potensi usaha masyarakat desa dengan membuat produk alternatif, untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan warga.

Adinda mengatakan, di Desa Cikoneng ada 10 hingga 15 buruh dan petani di Lembang yang bergabung dengannya. Seorang petani dalam satu panen tomat bisa menjual 5000 per kilogram, ketika harga tinggi. Saat harga turun, karena banyak tomat yang beredar di pasaran, harga bisa turun hingga 50 per kilogram. “Itu kan jauh banget selisihnya,” kata Adinda. Niat tulus Adinda menjadi seorang sociopreneur (pebisnis sosial) berhasil membantu masyarakat desa (SUKM/RA),

 

Sumber: http://www.seputarukm.com/adinda-sociopreneur-dari-desa-cikoneng/

Reporter: Rizki Arifiani

Redaktur: Fandy Hutari