Berita


2013-07-30   1,152

Bagaimanakah Cara Menjadi Entrepreneur?

Banyak orang bermimpi untuk memulai bisnis. Kebanyakan orang membangun bisnisnya untuk mencari uang, namun ada sebagian orang yang justru membangun bisnis mereka untuk mengatasi masalah sosial di lingkungan sekitarnya, dan mereka itulah yang kita kenal sebagai social entrepreneur.Lalu, bagaimanakah caranya menjadi seorang social entrepreneur dan bagaimana cerita dibalik kesuksesan mereka?

Kisah sukses entrepreneur yang kita bahas disini datang dari seorang Renat Heuberger, pendiri yayasan carbon offsetting terkemuka, Myclimate. Ia membangun perusahaan yang menyediakan pelayanan yang berhubungan dengan perubahan iklim untuk pemerintah dan perusahan swasta. Ketika ditanyakan apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang social entrepreneur, ia menjawab, "Anda tidak bisa menjadi seorang social entrepreneur. Saya tidak pernah merancanakan menjadi social entrepreneur, dan saya tidak kenal social entrepreneur manapun yang mengatakan Saya mau menjadi Social Entrepreneur!’. Anda harus mulai dengan sebuah ide, sebuah konsep dan Anda pun sudah menjadi social entrepreneur. Mulailah dengan komitmen dan kemauan yang besar serta carilah ide bisnis yang cemerlang, sementara hal-hal lain akan mengikuti dengan sendirinya."

Heuberger muda, pada awalnya berencana untuk menjadi wartawan atau berkarir di organisasi. Pikirannya berubah ketika mengikuti pertukaran pelajar ke Indonesia saat berumur 16 tahun. Sejak saat itu, ia bermimpi untuk menjadikan dunia lebih baik.

Perubahan iklim bukanlah pilihan awal Heuberger. Profesor di kampusnya lah yang menyarankan Heuberger menekuni topik perubahan iklim, karena ia memprediksi perubuahan iklim akan segera popular di masa depan. Saat itu adalah titik balik ketertarikan Heuberger terhadap topic ini. Ternyata prediksi sang professor pun terbukti benar adanya.

Proyek myclimate bermula ketika Heuberger bersama berberapa mahasiswa terbang ke Costa Rica untuk sebuah konferensi dan mereka melihat berapa banyak CO2 yang dikeluarkan pesawat yang mereka pakai. Dia dan rekan-rekanya mengumpulkan uang untuk memulai proyeknya. Kemampuan dan kerpercayaan adalah faktor terpenting menurut Heuberger. Proyek nya juga dibantu oleh Professor mereka yang percaya pada mereka dan memberi mereka fasilitas untuk dipakai.

Pengalaman yang telah diperolehkan dari Indonesia sangat membantu di masa depan. Ia menceritakan ada 3 faktor penting dalam membuat sebuah usaha sosial. Pertama adalah komitmen terhadap ide. Jangan mempriortasikan ego ataupun profit untuk diri sendiri. Kedua, kepercayaan dan kejujuran dalam perusahan dan tim. Terakhir adalah adanya keragaman dalam talenta dan kemampuan yang dimiliki setiap anggota tim.

Disadur dari: http://www.studentreporter.org/2013/04/the-making-of-south-pole-carbon-how-to-become-an-social-entrepreneur/