Berita


2017-05-01   1,133

Jadi Ibu Rumah Tangga, Bukan Penghalang untuk Jadi Sociopreneur

Banyak yang mengira menjadi ibu rumah tangga akan membatasi diri untuk berkembang dan jadi sukses, tapi kenyataannya jadi ibu rumah tangga juga tetap bisa mencapai kesuksesan. Seperti yang dilakukan Dian Aryanti yang bisa menjadi seorang sociopreneur sukses setelah memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan kantorannya dan menjadi ibu rumah tangga.

Dian Aryanti (32), telah menghabiskan delapan tahun bekerja sebagai seorang pegawai di salah satu Bank swasta di Garut. Kejenuhan dan tanggungjawabnya sebagai seorang ibu mendorongnya mengambil keputusan keluar untuk berhenti dari pekerjaannya dan menekuni social entrepreneur atau  Wirausaha Sosial.

Dian mengisi waktu luangnya di rumah dengan membuat makanan ringan yang hendak disajikan di pengajian yang diikutinya. Ia terinspirasi dari pedagang di pinggir jalan yang kerap menjual pisang aroma dan mulai bisnis awalnya dari pembuatan pisang roll.

Sayangnya pisang roll buatannya dianggap terlalu berminyak dan tidak menarik sampai ibunda Dian pun menyarankan agar pisang roll yang sengaja dipersiapkan sedemikian banyak oleh Dian jangan sampai disajikan ke para tamu pengajian. Memang pisang roll buatan Dian tidak sempat disajikan ke para tamu, namun hal itu membuat semangatnya bangkit. Ia bertekad di dalam hati kalau kelak dia pasti bisa membuat pisang roll yang kering bahkan tahan lama sehingga bisa dijadikan oleh-oleh khas Garut.

Setelah terus mengembangkan usahanya, Dian memilih usaha yang diberi nama “Cemilan Kunik”  serta memasarkannya lewat sosial media. Akan tetapi, pemasaran itu ternyata tidak efektif karena pembayaran toko-toko online  seringkali tidak tepat waktu bahkan sampai tidak bayar.

Demi terus menjaga semangat dan menambah ilmu baru, Dian pun bergabung dalam komunitas UKM dan sering mengikuti pelatihan-pelatihan mengenai pengembangan kewirausahaan. Dia pun mendalami cara pemasaran dengan mengikuti seminar-seminar dan tergabung ke dalam komunitas UKM di Garut.

Di komunitas UKM Garut, Dian menemukan para pelaku UKM lainnya pun menghadapi hal yang sama. Atas dasar itulah, Dian membantu para pelaku UKM memasarkan produknya secara online. Selanjutnya, Dian juga membantu usaha kecil itu dengan memperbaiki produk menjadi lebih menarik, mulai dari Kemasan, Branding produk, Foto produk, hingga kualitas rasa. Pengemasan produk-produk menjadi lebih menarik, membuat Dian semakin serius mendalami profesi “Snack Stylish”.

Sudah ada 14 UKM yang ikut tergabung dan dibina, sudah ada 26 UKM yang diajak dan masih dalam proses pembinaan karena Dian menginginkan barang yang dipasarkan melalui online ini bisa memiliki daya tarik orang untuk membeli. Berdasarkan hasil penjualannya, Dian telah menghasilkan omset sekitar 80-100 juta setiap bulan dan telah mempekerjakan 8 orang karyawan dengan gaji Rp 1,1 juta – Rp 2 juta per bulan. Bahkan, usaha ini telah memiliki  reseller di seluruh nusantara, mulai dari Aceh sampai Papua. Komitmen Dian untuk berkontribusi  bagi para pelaku UKM lainnya melalui usaha makanan ringan, menjadikannya terpilih sebagai salah satu nominasi Danamon Social Entrepreneur Awards 2016.