Berita


2013-09-19   1,133

Kunci Social Entrepreneur Sukses

Menjadi social entrepreneur memiliki tantangan tersendiri bagi pelakunya. Selain membawa misi sosial yang harus terlaksana, ia juga harus memilki keuangan yang mapan untuk keberlangsungan kegiatannya. Lalu bagaimanakah agar kedua hal tersebut dapat berjalan lancar? Berikut kunci kesuksesan seorang Social Entrepreneur:

Hadapi Masalah Sosial Tersulit

Social Entrepreneur memperkenalkan permasalahan sosial yang besar sehingga dibutuhkan pula solusi kreatif dan ide inovatif untuk mengatasinya. Semakin besar masalah yang dihadapi, semakin tinggi pula motivasi untuk mengatasinya. Social entrepreneurship menjadi penting ketika pemerintah, swasta, dan organisasi nonprofit yang berwenang mengatasi masalah ini tidak memadai.

Kembangkan Rencana Bisnis (Business Plan) yang jelas dan ringkas

Rencana bisnis akan membantu Anda membuat keputusan dalam bisnis Anda. Perkembangannya, prestasinya, dan masa depan bisnis tersebut. Rencana bisnis mencakup marketing, operasional, dan rencana keuangan. Cara terbaik menerapkan rencana bisnis ini adalah buatlah template sebagai panduan bisnis Anda.

Tujuan social entrepreneurship adalah menjadi lebih mapan dan mandiri dan tidak bergantung pada bantuan ataupun inverstor.

Ciptakan Solusi kewirausahaan yang Inovatif dan Terukur

Inovasi akan memberikan solusi terbaik bagi permasalahan global. Dalam strategi bisnis, telah disusun bagaimana caranya agar solusi yang ditawarkan dapat diterapkan di tengah masyarakat, strategi tersebut harus dapat dengan mudah ditiru, dan terukur untuk mancapai perubahan secepat mungkin.

Pilihlah permasalahan yang sedang menjadi topic hangat saat ini

Kemukakanlah ide untuk mengatasi masalah yang sekarang sedang menjadi pusat perhatian bagi masyarakat, sehingga akan tercipta ‘pasukan agen perubahan dunia’ yang bermotivasi tinggi untuk turut mengatasi masalah yang semula tidak terpecahkan tersebut.

Gabungkan aksi wirausaha dan aksi sosial untuk mencapai perubahan

Bisnis tradisional mengeluarkan biaya agar pekerjaan mereka selesai. Orang membutuhkan penghasilan tetapi mungkin tidak ada niat atau keinginan yang berhubungan dengan aktivitas sosial yang dilakukan.

Semantara organisasi nonprofit tradisional pada umumnya memiliki keinginan yang tinggi, namun cenderung tidak memiliki anggaran dana untuk membayar karyawan mereka, sehingga harus bergantung pada sukarelawan untuk mencapai tujuan mereka. Mereka memiliki hati yang mulia tetapi sayangnya tidak memiliki kemapanan financial. Sementara organisasi social entrepreneur adalah gabungan keduanya, yang menggabungkan bisnis tradisional dan organisasi nonprofit tradisional.

HEAD + HEART = SUCCESSFUL SOCIAL ENTREPRENEUR

Sumber: http://www.imasocialentrepreneur.com/keys-successful-social-entrepreneur-movement/