Berita


2015-02-09   1,147

Mengatasi Stress dalam Bekerja

Menurut majalan Forbes, seorang pegawai harus mengerjakan 30 sampai 100 proyek. Pekerja juga menghadapi gangguan kira-kira tujuh kali dalam satu jam. Belum lagi mereka yang bekerja di perusahaan besar harus menghadapi restrukturisasi perusahaan, karena itu mereka sering mempertanyakan masa depan di perusahaan tersebut. Hal-hal tersebutlah yang bertanggung jawab atas 40% orang dewasa yang mengalami ganguan tidur saat malem karena stress.

Sharon Melnick, Ph.D, seorang business psychologist berbagi kiatnya agar kita kita tidak mengalami stress dan masih memiliki sisa energi. Setelah seharian fokus mengejar target pekerjaan.

1. Inisiatiflah Saat Bekerja

Kita akan stress saat menghadapi situasi diluar kendali kita. Saat menghadapi situasi secamam itu hormon stress kita akan meningkat dan dapat menurunkan percaya serta konsentrasi. Maka dianjurkan agar kita berinisiatif terlbih dulu daripada menunggu situasi jadi tak terkendali.

2. Menanggapi Gangguan

Saat bekerja kita mendapat banyak gangguan. Seperti email, telefon, pesan singkat, bahkan deadline mendadak yang diperintahkan atasan. Ada beberapa cara untuk menanggapi gangguan semacam itu. Yaitu dengan menerimannya, mengabaikannya. Kita dapat mengidentifikasi gangguan yang dihadapi dan memprioritaskan yang lebih urgent.

3. Atur Ritme Kerja

Banyak perusahaan yang menekan pegawainya untuk menyelesaikan tugas secepat mungkin. Pendekatan seperti justru membuat produktifitas menurun dan tingkat stres meningkat. Atur jadwal sebaik mungkin dan jangan paksaan suatu perkerjaan lekas tuntas akan menjaga kulitas pekerjaan.

4. Cukup Isitirahat dan Konsumsi Makanan Bergizi

Melnick menyarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan rendah gula dan protein tinggi. Dan tidur yang cukup agar kita dapat segar saat hendak mulai ativitas di pagi hari. Jika kita mengalami sulit tidur karena memikirkan pekerjaan Melnick membagi triknya. Tutup lubang hidung Anda sebelah kiri dan bernapas melalui lobang hidung sebelah kanan selama sampai lima menit. Ini akan langsung membuat Anda mengantuk.

5. Jangan Lekas Emosi

Saat mengalami frustasi atau marah kita akan nafsu untuk berekasi. Melnick menyarankan, daripada kita langsung berekasi ada baiknya mempraktekkan triknya agar emosi kita lekas mereda. Ambil nafas dari mulut layaknya minum dari sedotan lalu buat lewat hidung. Rasakan sensasi udara yanag melewati lidah kita. Ini akan meredakan emosi kita juga seandainya ada orang lain yang terlibat.