Berita


2013-08-14   1,140

Perubahan Sosial dengan Solusi Kewirausahaan

Kewirausahaan tidak hanya dapat dipakai untuk mengatasi pengangguran, melainkan juga mengatasi kesenjangan kaya miskin tanpa uang negara. "Mereka adalah pejuang perubahan yang tidak kenal menyerah, dan mengorbankan kekayaannya untuk orang lain. Membangun usaha bukan untuk mengambil deviden, melainkan untuk melakukan investasi sosial." demikian Ketua Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI), Rhenald Kasali.

"Dulu kami disebut NGO, dan saat kami berkegiatan ekonomi agar mandiri, sejumlah pihak tidak senang. Mereka lebih senang menjadi pengemis dengan menadah philantrophy daripada hidup mandiri." ujar Bambang Ismawan yang dikenal sebagai perintis social enterprise Indonesia.

Padahal dana-dana philantrophy kini telah jauh berkurang, sementara masalah sosial yang dihadapi bangsa yang ekonominya tumbuh pesat ini semakin hari semakin bertumpuk. Masalah lingkungan, sampah, pengangguran, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pangan dan pertanian terus berdatangan. Belum lagi masalah disabilitas yang dilihat lebih sebagai hambatan daripada kesempatan.

Saat pemerintah dan dunia usaha mencanangkan gerakan untuk menciptakan wirausaha bisnis, hendaknya jangan melupakan pentingnya peranan wirausaha sosial. Wirausaha sosial dibutuhkan negeri ini untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang tak kunjung selesai. Dalam sambutannya, pendiri AKSI Sandiaga Uno mengatakan, "Terlalu banyak masalah sosial yang masih harus dipecahkan dan wirausahawan sosial bekerja untuk mengatasinya, bukan untuk berbicara.". Rhenald Kasali, menandaskan pentingnya jalinan kerjasama dalam "Membangun Negeri Tanpa Pamrih, Tiada Letih, Tanpa Henti."

Disadur dari:

http://rumahperubahan.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=47&Itemid=57