Berita


2013-08-19   1,133

Rhenald Kasali: Social Entrepreneur Bukan untuk Jadi Kaya

Wirausaha sosial, atau sering disebut Social Entreprenur menjadi fenomena sangat menarik saat ini. Dibandingkan dengan kewirausahaan tradisional yang fokus terhadap keuntungan materi dan kepuasan pelanggan semata, social entrepreneur memiliki peran sosial yang sangat signifikan terasa dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kewirausahaan sosial terdapat beberapa hal yang menjadi pegangan bisnisnya, yaitu: misi sosial, misi apa yang ia bawa seiring bisnis yang dijalankan; produk atau servis yang ditukar, bentuk usaha yang dijalankan; dan keuntungan yang diperoleh, pemanfaatan keuntungan yang tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi semata.

Seorang social entrepreneur melihat masalah sekitar sebagai peluang untuk bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, tujuan kewirausahaan sosial bukanlah untuk menjadi kaya. Sejatinya, social entrepreneurship adalah untuk melatih kepedulian terhadap sesama.

Rhenald Kasali, Ketua Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI) mengatakan bahwa banyak orang bicara tentang wirausaha, namun mereka belum tentu paham mengenai wirausaha. Saat ini banyak mentor bisnis yang mengajarkan kewirausahaan tentang bagaimana cara cepat menjadi kaya.

"Dalam kewirausahaan sosial, tidak hanya orang kaya yang bisa berbagi. Disini, orang miskin pun bisa berbagi." ujarnya. Jadi, jika ingin menjadi seorang Social Entrepreneur, pastikanlah bahwa “kaya” secara materi bukanlah tujuan utama Anda, melainkan tercapainya peningkatan kesejahteraan sesama.

Disadur dari:

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/09/09/129438/Rhenald-Kasali-Wirausaha-Sosial-Bukan-untuk-Jadi-Kaya