Berita


2014-12-26   1,147

Rumah Makan Dengan Beasiswa “Indonesia Anti Kelaparan”

Membuka bisnis memang sangat menggiurkan bagi setiap orang. Apalagi, membuka bisnis kuliner yang selalu meraup keuntungan. Tapi, apa jadinya jika bisnis kuliner memiliki filosofi yang sangat mulia tanpa memikirkan keuntungan terlebih dahulu?

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Nur Rachman, yang membuka bisnis kuliner untuk memenuhi panggilan hatinya di bidang sosial. Nur Rachman membuka bisnis kuliner yang memiliki filosofi dan misi tersendiri yaitu “Indonesia Anti Kelaparan”. Mahasiswa jurusan Kimia Unpad ini membangun bisnis kuliner dengan membuat sebuah rumah makan yang diberi nama Surga Dunia. 

Surga Dunia milik Nur Rachman ini pun sontak mendapat perhatian dari mahasiswa lainnya. Namun, tak jarang mahasiswa yang ikut mengambil untung dari bisnis kuliner garapan Nur Rachman ini. Ada saja mahasiswa yang selalu membayar seikhlasnya padahal mereka termasuk golongan mampu. 

Nur Rachman yang akrab dipanggil Ray ini pun harus memutar ide dan usahanya agar Surga Dunia tak gulung tikar di usia yang seumur jagung. Ray berkeliling mencari dan meyakinkan investor dengan konsep bisnis yang dibentuknya. Selang tiga bulan sejak membuka Surga Dunia, Ray harus menerima kenyataan pahit jika bisnis kulinernya ini merugi. Mengusung visi mulia di bidang sosial tak berarti harus merugi. Ray pun menelurkan ide-ide baru agar bisnis ini tetap berjalan tanpa mengesampingkan tujuan sosial yang pertama kali diusungnya. 

Rumah makan Surga Dunia milik Ray akhirnya menemukan cara yang tepat agar visi mulianya tak disalahgunakan. Ray memberikan formulir bagi pengunjung rumah makannya yang benar-benar tak mampu dan memberikan Kartu Anti Kelaparan. Selain yang memiliki kartu tersebut akan dikenakan subsidi silang alias membayar lebih untuk setiap menu yang dipesan. 

Rumah Makan dengan beasiswa Indonesia Anti Kelaparan yang digagas Ray pun akhirnya muncul sebagai juara pertama dalam Ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional dari Kemenpora. Rumah makan Surga Dunia yang memiliki visi mulia kepunyaan Ray merupakan satu-satunya di Asia sehingga dijadikan sebagai alasan kemenangan bisnisnya tersebut. 

Meskipun mengaku belum meraup keuntungan yang besar, Ray percaya jika bisnis tak semata mencari materi namun relasi atau hubungan bisnis dengan orang lain. Ray pun berencana untuk membuka cabang Surga Dunia di beberapa wilayah lain dengan kembali mencari dan meyakinkan investor.