Menaklukkan Dunia Maya dari Kursi Roda

Melalui ilmu marketing online, Habibie berharap, sesama penyandang disabilitas mampu hidup mandiri dan tidak menyusahkan orang lain.

Keterbatasan fisik tak membuat seseorang pasrah begitu saja. Habibie Afsyah, penyandang disabilitas yang sebagian besar anggota tubuhnya lumpuh tetap mampu berkarya. Ia termasuk salah satu 'ahli' Internet Marketer yang paling diminati di tanah air.

Sejak masih bayi, Habibie didiagnosa mengidap penyakit langka Muscular Dystrophy tipe Becker. Penyakit ini merusak saraf motorik di otak kecil yang membuat tubuhnya tak bisa berkembang sempurna. Sebagian besar anggota badannya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Praktis hanya kepala dan tangan kanan saja yang bisa digerakkan.

Habibie yang lahir dari pasangan H. Nasori Sugianto dan Hj. Endang Setyati pada 6 Januari 1988 memang dikaruniai kemampuan sebagai Internet marketer di atas rata- rata. Karena sakit yang dideritanya, ia tidak dapat melanjutkan pendidikan secara formal. Ia hanya bersekolah hingga tingkat SMA.

Sang Ibunda lantas mengarahkan Habibie dengan menyertakannya dalam seminar Internet Marketer pada 2007. Hanya dalam empat bulan, ilmu marketing online itu ia terapkan dan terbukti mampu memberinya penghasilan rata-rata $500 sampai $10.000 per bulan. "Awalnya lumayan sulit, setelah empat bulan, saya baru mendapatkan hasil dari amazon.com. Asal kita mau dan tetap berusaha, pasti bisa!," kenang Habibie.

Keberhasilan inilah yang mendorong Habibie untuk berbagi ilmu kepada penyandang disabilitas yang lain. Sejak tahun 2008, Habibie mulai rajin mendatangi panti-panti penyandang disabilitas atau komunitas penyandang disabilitas untuk berbagi ilmu dan ketrampilan yang dimilikinya. Habibie juga membuka akun jejaring sosial, facebook dan twitter agar mudah menjangkau teman-teman di dunia maya.

Nama Habibie semakin berkibar setelah dirinya muncul dalam berbagai acara Talkshow yang digelar diadakan berbagai stasiun televisi, salah satunya adalah sebagai bintang tamu dalam acara Talkshow Kick Andy yang disiarkan stasiun televisi MetroTV.

Sang Ibu juga aktif mendorong keinginan sang buah hati dengan mendirikan Yayasan Habibie Afsyah. Melalui yayasan ini, Habibie memberi pelatihan sekitar 50 an orang normal dan kurang lebih 60-an penyandang cacat dan 1 komunitas yang ia bangun untuk menjadikan tim yang mengembangkan project-project websitenya.

Saat ini juga banyak penyandang disabilitas dari luar kota, seperti Solo, Semarang, Yogyakarta dan daerah sekitar pulau Jawa singgah ke yayasan untuk mendapatkan pelatihan dan motivasi. Sekitar 20 orang berhasil dan tetap menjalin komunikasi dan berkonsultasi. Sebagian penghasilan yang didapatnya, digunakan untuk mengadakan pelatihan bagi penyandang cacat di luar kota. Sang Ibu juga membantu menjalin kerja sama dengan komunitas-komunitas disable lain. Salah satunya kegiatan yang saat ini sedang proses berjalan, dia membentuk Indonesia Disable Care Community yang berdomosili di Solo.

Hasil didikan Habibie tak mengecewakan. Salah satu diantaranya adalah Zulfian yang sebelumnya berkonsultasi dan menjalani pelatihan Internet marketing. Kini, ia justru berhasil membangun usaha yang cukup besar, dengan sistem pemasaran online. Rata-rata pendapatan setiap bulan kini berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Zulfian kini pun menjadi mitra Habibie dalam memberikan pelatihan bagi para penyandang cacat.

Habibie berharap, penyandang cacat yang senasib dengannya memiliki semangat dalam berkarya dan berusaha. Yayasan yang kini menjadi 'rumah' bagi sesama penyandang disabilitas diharapkan tetap berjalan apabila Habibie tidak sehat ataupun tidak dapat beraktifitas kembali untuk mengembangkan yayasan. "Yayasan ini harus tetap berjalan, orang tua saya akan mengelolanya dan pelatihan akan diteruskan Ridwan, sahabat saya," ujar Habibie.

Kiprah mulia Habibie memang telah mendapatkan pujian dari berbagai kalangan. Meski demikian, tak satupun penghargaan diberikan untuk Habibie. Hanya mendapatkan sertifikat Terima Kasih sebagai pembicara yang menempel rapi di dinding ruang tamu rumahnya.

Dewi Lestari, artis dan penulis buku:

Habibie orang yang cerdas dan riang. Apa yang telah dilakukannya untuk berbagi dengan sesama penyandang disablitas maupun orang normal merupakan tindakan sangat-sangat terpuji dan layak untuk dicontoh. Satu hal, dia bukan orang yang mudah menyerah dan justru ingin mengajak mereka yang memiliki keterbatasan untuk bisa mandiri.