Penanam Tangguh dari Ranca Labuh

Kesuksesan mengelola lahan kosong tidak membuat Sanusi pelit untuk berbagi ilmu. Melalui Kelompok Tani Ranca Labuh Sanusi melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan kegiatan bercocok tanam. .

Keberhasilan Sanusi memberdayakan lahan kosong di desa Ranca Labuh, Tangerang membuat masyarakat sekitar daerah tersebut tertarik belajar bercocok tanam. Ketertarikan masyarakat disebabkan Sanusi berhasil membuat lahan tani yang dapat dipanen 2-3 kali setiap tahunnya.

Banyaknya masyarakat yang tertarik untuk belajar bercocok tanam membuat Sanusi mendirikan Kelompok Tani Ranca Labuh. Kegiatan dari kelompok tani ini adalah memberikan pelatihan terutama untuk bertanam padi dan perawatan sehingga dapat menghasilkan padi lebih banyak dengan kualitas yang baik.

Dengan menggunakan inovasi dalam sistem pengairannya sawah yang dulunya hanya menghasilkan 1-2 ton beras, sekarang bisa menghasilkan 6-7 ton setiap tahunnya. Hasil panen 1 petak sawah kini berpenghasilan 40-60 juta rupiah setiap sekali panen yang di mana kelompok tani Ranca Labuh kini mengelola 60 hektar lahan padi. Kini kelompok Tani Ranca Labuh menjadi salah satu lahan pembibitan beras qualitas tinggi di Tangerang.

Selain menanam padi, kelompok tani Ranca Labuh juga mengembangkan budidaya timun, kacang panjang, terong dan berbagai jenis tanaman holtikultura yang dapat dipanen dalam rentan waktu 2-3 bulan. Penghasilan bersih yang diperoleh dari hasil perkebunan ini mencapai 40-70 juta per bulan.

Walaupun usianya sudah terbilang senja, namun Sanusi, pria kelahiran Tuban, 6 Agustus 1945 ini masih terlihat aktif dalam memberikan pelatihan kepada petani baru yang akan mengelola sawah. Ia akan terjun langsung untuk memberikan arahan sebelum petani memulai untuk menanam pada musim tanam. Saat ini, Sanusi sedang mencoba untuk membudidayakan Domba Garut, sehingga menjadi profesi sebagai peternak akan menjadi pilihan baru bagi masyarakat sekitar yang tidak bisa ikut bertani atau berkebun. DSEA’14