Memberdayakan Para pemulung dan kaum marjinal dalam usaha Zero Waste Indonesia.

 

Pemikiran Fajri tentang sampah yang mempunyai nilai ekonomis kalau bisa di kelola dengan baik sebagai latar belakang dibentuknya kegiatan Zero Waste Indonesia. dimulai dengan mengedukasi masyarakat dalam mengumpulkan sampah organik dan non organik kemudian membina Bank Sampah di sekitaran wilayah Depok. Serta kepedulian Fajri terhadap pemulung dan kaum marjinal untuk turut serta dalam perberdayaan ini.

Keberadaan Zero Waste Indonesia berhasil membina sekitar 25 Bank sampak yang masing masing Bank sampah melibatkan sekitar 30 kepala keluarga, total masyarakat yang turut bergabung sekitar 500 sampai 750 warga. Zero Waste memberdayakan 7 orang sebagai pekerja, dengan latar belakang mereka ada yang pemulung, pemuda pengangguran, bahkan ada karyawan yang memiliki penyakit kulit yang di asingkan oleh masyarakat, serta ada mantan pemakai narkoba yang coba di berdayakan dengan diberikan mereka tempat tinggal, makan, serta di berikan upah yang layak.

Hingga saat ini, Fajri dapat mengahasilkan 200kg sampah plastik perhari dengan rata rata omzet 30 juta perbulan. Apabila mesin yang digunakan dapat dimaksimalkan maka omzet Fajri bisa mencapai 200 juta perbulan dengan kapasitas produksi 1 ton setiap hari. Hasil tersebut dapat menambah peghasilan masyarakat dari kegiatan menabung sampah non organik, serta sebagian hasil tabungan Bank Sampah mereka di gunakan untuk membangun infrastuktur lingkungan sekitar.

Zero Waste Indonesia berhasil menanamkan kepedulian dan kesadaran warga untuk mengolah dan memilih sampah di rumah tangga. Memberdayakan pemulung dan kaum marjinal ex penguna narkoba yang bekerja di Zero Waste Indonesia. Mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat sampah Plastik terutama untuk wilayah Depok yang selama ini menjadi suatu permasalahan. Kegiatan Zero Waste Indonesia telah menanamkan semangat peduli lingkungan dengan adanya kegiatan tersebut yang telah di adobsi di beberapa daerah seperti di Jambi dan Pekanbaru.

Rencana pengembangan kedepannya ingin membuat kerajinan daur ulang sampah, kreasi daur ulang seperti tas, hiasan dengan mengandeng relawan mahsiswa UI dan membuat Zero Waste Foundation. Keinginan mengembangkan sistem dari manual ke online seperti berbasis aplikasi android yang tidak hanya untuk wilayah setempat tetapi untuk seluruh wilayah Indonesia. Serta peningkatan kesejahteraan pengelola semakin terjamin dan hidup lebih nyaman.

Disclaimer




Recent Tweets